Kamis, 14 Maret 2013

Arti dan Makna Lambang PSHT


1. Segi empat panjang
- Bermakna Perisai.
2. Dasar Hitam
- Bermakna kekal dan abadi.
3. Hati putih bertepi merah
- Bermakna cinta kasih ada batasnya.
4. Merah melingkari hati putih
- Bermakna berani mengatakan yang ada dihati/kata hati
5. Sinar
- Bermakna jalannya hukum alam/hukum kelimpahan
6. Bunga Terate
- Bermakna kepribadian yang luhur
7. Bunga terate mekar, setengah mekar dan kuncup.
- Bermakna dalam bersaudara tidak membeda-bedakan latar belakang
8. Senjata silat
- Bermakna pencak silat sebagai benteng Persaudaraan.
9. Garis putih tegak lurus ditengah-tengah merah
- Bermakna berani karena benar, takut karena salah
10. Persaudaraan Setia Hati Terate
- Bermakna mengutamakan hubungan antar sesama yang tumbuh dari hati yang tulus, ikhlas, dan bersih.
- Apa yang dikatakan keluar dari hati yang tulus.
- Kepribadian yang luhur.
11. Hati putih bertepi merah terletak ditengah-tengah lambang
- Bermakna netral

SUMBER ILMU KEBHATINAN DAN ILMU PENCAK SILAT



posted : 19/Apr/2012 12:33
SUMBER ILMU KEBHATINAN DAN ILMU PENCAK SILAT
YANG DIHIMPUN OLEH KI NGABEHI SOERODIWIRYO

Sumber Ilmu Kebhatinan bdan Ilmu Pencak Silat dari Persaudaraan Setya Hati yang diajarkan oleh Ki Ngabehi Soerodiwiryo adalah ‘SARI-SARI’ ajaran yang beliau dapatkan dari berguru pada para pendekar pada jamannya , dan digunakan sebagai dasar pemberian pelajaran kepada keluarga besar Persaudaraan Setya Hati sampai sekarang .

SUMBER ILMU KEBHATINAN

PERTAMA : Didapat dari GUSTI KENANGA MANGGA TENGAH asal dari Bali yang bernama asli NYOMAN IDE GEMPOL yang bertempat tinggal di Oleleh (Aceh) , seorang Ponggawa Besar yang diselong ( diasingkan ) dibuang oleh Pemerintah Kolonial Belanda ke Aceh . Dari beliau didapat wejangan ilmu kebhatinan yang oleh Ki Ngabehi Soerodiwiryo dipergunakan sebagai syarat-syarat penerimaan saudara-saudara SH baru yang berujud : Air Kecer , Mori Putih , Lambang-lambang , Uang Ketengan (yang mempunyai nilai terendah) , Letak Kekuatan Tubuh Manusia Tiap Hari ( makna sircle ) , pemberian wejangan ini disebut WEJANGAN TINGKAT PERTAMA ( Trap Pertama ) .

KEDUA : Didapat dari DATUK RADJO BATUAH , yang merupakan ajaran / wejangan Ilmu Kebhatinan dari Sumatra Barat yang berujud 2 (dua) kalimat rafal yang bermaksud ‘menyadarkan diri manusia’ dengan segenap akal budi nya secara totalitas kepada Allah beserta Rosulnya , agar diri atau tubuh terhindar dari segala mara bahaya .
2 ( dua ) kalimat rafal dari Datuk Radjo Batuah ini diajarkan kepada saudara-saudara SH sebagai WEJANGAN TINGKAT KEDUA ( Trap Kedua ) .

Wejangan Tingkat Kedua mengandung 3 (tiga) kalimat rafal , adapun rafal ke tiga didapat dari K.A.A.Serang Soeronegoro ( Bupati Kediri yang meninggal Th.1916 M ) . Dari Bupati Kediri ini selain mendapat rafal ketiga , kepada Ki Ngabehi Soerodiwiryo juga diberikan ‘Coretan Gaib’ dimana sebelum membuat coretan gaib ini , seseorang harus menebus dengan laku puasa membisu .

Apabila para saudara ingin menyaksikan dipersilahkan datang dipendopo Kabupaten Kediri dan mengamat-amati ukir-ukiran pada ompak (alas) empat sokoguru (tiang) pendopo kabupaten tersebut .
Coretan Gaib ini tidak termasuk ‘wejangan tingkat kedua’ , tetapi diberikan beliau kepada para saudara SH yang selalu dekat dengan beliau dengan tambahan syarat harus sanggup mencari cara menulis dan membuatnya .

KETIGA : Didapatkan juga dari GUSTI KENANGA MANGGA TENGAH selain wejangan tingkat pertama ( trap pertama ) , diterima untuk saudara-saudara SH terpilih untuk mendapatkan WEJANGAN TINGKAT KETIGA ( Trap Ketiga ) , dimana wejangan ini merupakan ajaran tertinggi bagi saudara-saudara SH tentang ‘SANGKAN PARANING DUMADHI’ yang mengajar kepada saudara SH untuk mengenal ‘Sangkaning dumadhi’ dan pada akhirnya nanti tahu kemana ‘Paraning Dumadhi’ .

Bagi saudara-saudara SH yang telah mendapatkan wejangan lengkap tersebut diatas , sudah diberi kewenangan untuk menjadi ‘Juru Kecer’ dalam penerimaan saudara-saudara SH baru secara dulu Ki Ngabehi Soerodiwiryo almarhum melaksanakan .

SUMBER PENCAK SILAT

Salah seorang guru pencak silat yang dianggap terbaik permainannya disamping memberi wejangan-wejangan ‘Dua Kalimat Rafal’ adalah DATUK RADJO BATUAH dari Sumatra Barat .
Dimana nama ‘Datuk Radjo Batuah’ selalu diperingati pada tiap-tiap selamatan upacara penerimaan saudara SH baru , lain guru dan pendekar tidak disebutkan namanya pada selamatan ini , tetapi beberapa permainan pencak silat yang dianggap penting yang melengkapi jurus-jurus pencak setya hati selalu diperingati dengan selamatan pada upacara tersebut .
Selain memperingati permainan-permainan pencak silat yang akan dipelajari tiap saudara saudara SH pada selamatan itu harus pula ‘memperingati asal mula terjadinya sebagai manusia dan letak berdirinya dibumi ini’ .

Peringatan yang terakhir ini , tidak hanya pada waktu upacara penerimaan saudara baru saja , tetapi tiap-tiap berhajat apa saja beliau selalu mengingatkan saudara-saudara tua SH dahulu untuk supaya tidak lupa ‘Ingat akan Sangkan Paraning Dumadhi’ , sehingga pada waktu berlatih sambung diwujutkan dengan ‘Uluk Salam’.

Upacara selamatan dimaksud agar saudara SH yang mempunyai hajad itu memperingati awal mulanya hidup didunia ini , dan yang kedua ialah agar supaya mendapat restu dan berkenan menerima wejangan-wejangan ilmu kebatinan dan permainan pencak silat guna dapat mengalahkan segala bahaya .

Kejujuran Ki Ngabehi Soerodiwiryo yang selalu dibuktikan ialah , bahwa beliau selalu tidak melupakan jasa-jasa gurunya . Pada waktu-waktu memberikan pelajaran pencak silat selalu ditegaskan bahwa tegak-tegak ( stand ) atau langkah-langkah dan gerakan-gerakan tangan yang diajarkan itu didapat dari pendekar A dan B , dan permainan -permainan dari daerah C dan D dan begitu seterusnya . Demikian juga halnya dengan ilmu kebhatinan nya .

Beliau dikalangan persaudaraan SH tidak suka disebut guru melainkan minta supaya disebut ‘saudara tertua’ saja , menurut keterangan beliau bahwa dalam mencari kepandaian pencak silat yang terpenting harus ‘mempunyai kemauan keras dan sangat berani’ .

Sumber-sumber permainan pencak silat SH asalnya telah diuraikan pada riwayat hidup Ki Ng. Soerodiwiryo dimuka , dari sumber-sumber itulah beliau mengambil sari-sarinya dengan dicampur , diteliti berdasarkan pengalaman-pengalaman sambung dan latihan di berbagai tempat , cobaan-cobaan yang didapatkan dari perguruan lain atau dari perkelahian-perkelahian .

Hasil dari pengambilan sari yang dicampur dan diubah secara teliti itulah yang memungkinkan beliau berhasil menciptakan beberapa jurus pencak silat yang digunakan sebagai dasar permainan pencak silat ‘Setya Hati’ .

ASAL MULA NAMA JURUS-JURUS PENCAK SILAT SETYA HATI

1. Betawen - I 19. Sumedangan - I
2. Betawen - II 20. Sumedangan - II
3. Cimande - I 21. Lintau
4. Cimande - II 22. Cimande - VI
5. Cikalong ( Slewah ) 23. Alang Lawas - I
6. Ciampea - I ( Besutan ) 24. Alang Lawas - II
7. Ciampea - II ( Krawelan ) 25. Minangkabau - I Kucingan
8. Tanah Baru - I 26. Solok Minangkabau - II
9. Tanah Baru - II 27. Cibediyut
10. Permainan Tionghoa Monyetan 28. Cimande - VII
11. Cimande - III 29. Terlakan Monyet Tukang (Tdk di ajarkan)
12. Cimande - IV (Cmd-III + bbrp Tegak) 30. Padang Alai - I
13. Cimande - V 31. Padang Alai - II
14. Cibediyut dengan Toya 32. Fort De Kock
15. Padang Panjang - I 33. Padang Alai - III
16. Padang Panjang - II 34. Padang Alai - IV
17. Cipetir 35. Kuda Batak
18. Padang Siranti 36. Simpai Minangkabau - III ( blirik )

Oleh karena dalam penulisan ‘buku peringatan’ ini bukan untuk digunakan sebagai buku pelajaran pencak silat , maka disini tidak ditulis ataupun digambar bagaimana wujud dan cara mengerjakan jurus-jurus pencak silat SH .

Jurus ke – 29 sengaja tidak di-ajarkan kepada saudara-saudara SH karena Ki Ng. Soerodiwiryo waktu mendapatkan ‘jurus 29’ ini oleh gurunya diharuskan bersumpah lagi lebih berat , hingga beliau tidak mau dianggap tidak bertanggung jawab akan sumpahnya .
Jurus Sterlak hanya akan diberikan Almarhum kalau ada kekacauan yang sangat berat yang akan mengancam secara langsung keslamatan masyarakat dimana Saudara SH itu berada dan berdiam , dengan inti sari sumpahnya : ‘Pantang mundur dua langkah , mundur satu langkah masih diperbolehkan , tetapi kalau mundur dua langkah akan mati kapir’ . Jadi dengan menerima Jurus ‘Sterlak’ ke-29 , segala sesuatu masalah atau peristiwa yang terjadi harus dibela sampai tuntas , jikalau diperlukan nyawa dijadikan taruhannya dengan harus dibela sampai mati .

Fakta sejarah didalam persaudaraan SH yang pernah diberi jurus ‘Sterlak’ oleh almarhum hanyalah adik beliau yang bernama Sdr. Noto Gunari Almarhum yang waktu itu menjadi ‘wijkhoofd’ dikota Surabaya , oleh karena pada waktu itu daerah Pak Noto amat rusuh maka diberikan ‘Sterlak’ kepadanya , dimana konskwensinya amat berat lebih berat dari ajaran 2e Trap, karena dalam segala hal tingkah laku kita , dalam tindak tanduk kita sehari-hari , kita tidak diperkenankan mengingkari kenyataan dan apapun yang sudah diniatkan harus di jalankan berdasarkan garis niat tadi . Mundur satu langkah masih di ijinkan tetapi mundur dua langkah akan mati kapiran , maju terus dan terus maju .

ULUK SALAM SEBELUM SAMBUNG

1. BERDIRI TEGAK ALIP MEMUTAR BADAN KEKANAN , BOLEH DENGAN JONGKOK BOLEH DENGAN BERDIRI , TANGAN MENEBAK TANAH (MENGUCAPKAN 3 KETENG ATAU IBU KAWA) KEMUDIAN TANGAN DIANGKAT DENGAN TELAPAK TANGAN MENENGADAH (MENGUCAPKAN 3 KETENG , ATAU BAPA ANGKASA) , DI AKHIR DUA TANGAN DITEMPELKAN KEDAHI (MENGUCAPKAN 3 KETENG , ATAU RASA SEJATI). MEMUTAR BADAN MENGHADAP KEKIRI, LAKSANAKAN IDEM SEPERTI YANG KEKANAN , UNTUK KEMUDIAN BERDIRI ALIP .

2. MAJU MELANGKAH DENGAN KAKI YANG SESUAI DENGAN SIRCEL .

3. BERJALAN MELINGKAR KEKANAN BOLEH DENGAN JALAN PASANG SAMPAI KEMBALI KETEMPAT SEMULA ( TEPUNG GELANG ) DENGAN BERDIRI ALIP .

4. HARUS BERSAMBUNG / BERMAIN PENCAK-SILAT , INGAT JANGAN MELANGGAR TENGAH-TENGAH SIRCEL . HARUS MENCARI JALAN MELINGKARI MUSUH .

5. SEHABIS SAMBUNG DIAKHIRI DENGAN BERDIRI TEGAK ( ALIP ) KEMBALI DAN ULUK SALAM DENGAN MENEMPELKAN KEDUA BELAH TANGAN DIDAHI ( JARI-JARINYA ) .

6. PERINGATAN : DIWAKTU SAMBUNG MAKA HATI HARUS BERSIH DARI NIAT YANG JELEK , JANGAN MENGANCAM , SOMBONG ATAUPUN KIBIR .

BUNGKUS TUNTUN SAMBUNG


BUNGKUS: Menghafal Jurus Betawen,
Betawi satu sampai dengan
Minangkabau III Sipai (Simpi=Tari),
Blirik= Corak sampai hafal berikut :
Nama-nama Jurus dan Tegak, Kuda-
kuda, prinsip sikap tangan, badan
miring, condong sesuai dengan
Anatomi tubuh. Mengenal arah jarum
jam selalu hadap jarum jam 12.
Gerakannya Pelan-pelan, santai,
mantap dan selalu menjaga
Keseimbangan


TUNTUN: Memindah-mindahkan
Tegak, dari Tegak Jurus sekian, ke Jurus
sekian dan dari pecahan Jurus sekian
kepecahan jurus yang lainnya
kemudian di aplikasi individu. Masing-
masing. Disini juga diperkenalkan
bermacam-macam jenis seperti senjata
pendek, sedang dan panjang antara
lain senjata khas Kerambik, pisau
belati, golok, keris, pedang, toya,
tombak, sarunjug, kendit, tutup kepala
dll. Dengan iringan musik (Macapat,
Keroncong, Gambang Keromong.
Kendang Pencak,Tari Randai,Saluang) contoh Jatuhan, Kuncian, Serang,Bela,
permainan jarak jauh, dekat,rapat,
permainan atas, tengah dan bawah,
mengenal arah mata angin,
penguasaan lapangan, pengambilan
tenaga lawan (kosong, isi) Tuntun
SAMBUNG, dll.

SAMBUNG: Gambaran perkelahian
bebas yaitu satu lawan satu, satu
lawan dua orang, mungkin paling
banyak satu lawan delapan orang.
dalam Perkelahian (SAMBUNG) "SH"
bukan untuk menyakiti tapi untuk
saling memberi aksi dan reaksi,kalau
bisa bukan untuk kontak, cukup menghilangkan keseimbangan lawan
sudah cukup. Dibutuhkan
pengendalian diri mapan dan mantap.
Supaya tidak terpengaruh oleh situasi
dan kondisi saat itu juga. Pengendalian
Diri sempurna dapat menjadikan para
Kadhang SETIA HATI dapat mampu
mengalahkan Diri Pribadinya sendiri

Mantan Kepala Desa di Magetan Tewas Ditembak (Mbah Bowo)


Liputan6.com, Magetan: Bowo Sugiarto, mantan Kepala Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Magetan, Jawa Timur, belum lama ini, tewas ditembak polisi. Bowo yang dituduh membunuh seorang warga desa tetangganya ini ditembak karena berusaha kabur. Namun, kasus ini justru dipertanyakan keluarga korban mengingat alasan polisi menembak tak masuk akal.

Menurut keluarga korban, saat ditangkap, Bowo tak pernah melawan. Itulah sebabnya, mereka tak percaya Bowo terpaksa ditembak karena berusaha kabur. Sejauh ini, pihak keluarga korban akan terus meminta klarifikasi dari polisi. Sementara ketika dikonfirmasi, pihak Kepolisian Wilayah Madiun sejauh ini belum mau memberi keterangan resmi.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

CERITA PSHT 1


ini adalah cerita nyata saya ketika melatih adik2 siswa PSHT.malam itu waktu sudah menunjukan pukul 03.00,sekitar 80 siswa dr sabuk hitam,njambon,hijau,& putih sesudah berdoa & salaman mereka ganti baju & bersiap-siap pulang.mereka pulang dgn dgn membawa peralatan latihan yg digunakan.tp salah satu siswa saya yg bernama Rizda(perempuan,18tahun) mendekati saya,Rizda adlah siswa saya yg plg cerewet dalam bertanya tentang ke SH an.kemudian saya mulai menyapanya.
Saya : ada apa Riz,kok blm pulang?(tanya saya)
Rizda : mas,banyak organisasi pencak silat lain benci pd PSHT,memangnya knp mas?(sambil mencangklong tasnya & duduk di samping saya)
saya : itu cm oknum neng,semua pencak silat pd dasarnya mengajarkan kebaikan.(jawab saya tenang)
Rizda : tp mereka banyak yg tdk akur krn pencak silat mas,mereka berkelahi membela perguruannya krn perguruannya saling olok?(tanya rizda dgn ngotot)
Saya : ya itulah bodohnya mereka,mereka saling olok seolah-olah perguruan mereka yg plg “SUPER”,yg plg HEBAT,yg pling TUA,& masih banyak lg.berprinsip itu blh saja tp jgn fanatik,krn fanatik itu ciri orang bodoh.(sambil melihat mukanya,dalam hati berkata”cerewet bgt ni anak”)
Rizda : ooowww,gt ya mas,tp gmn mas dgn pencurian2 rahasia yg nantinya di beber ke masyarakat.seperti Sumpah contohnya,banyak yg sudah mengetahuinya.(tanyanya sambil mengangkat alisnya)
Saya : apakah sumpah itu termasuk keilmuan PSHT yg wajib di rahasiakan,tdk kan?sumpah bkn suatu rahasia bagi PSHT,malah seharusnya kamu senang kalau org2 tahu sumpah kita,itu tandanya PSHT sangat di perhatikan.(jelas saya kepada rizda)
Rizda : mas,apakah PERSAUDARAAN SETIA HATI TUNAS MUDA itu musuh bebuyutan PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE?(tanya rizda dengan sedikit lirih)
Saya : kenapa u bilang seperti itu riz?(tanya saya cepat)
Rizda : ya karena banyak anggotanya yg bermusuhan.(jelasnya)
Saya : riz bknnya dlm ke SH an sdh di terangkan bahwa semua pencak silat aliran SETIA HATI adlh saudara.kamu ingat apa pesan Eyank Suro yg terakhir?(tanya saya pd Rizda)
Rizda : inget mas,”supaya saudara SH bersatu hati,rukun lahir & bhatin”.(jawabnya dgn polos)
Saya : benar sekali,jd yg merasa bahwa dia belajar ilmu SH & apalagi yg merasa cucu dr Ki Ngabehi Suro Diwiryo harus bs menjalankan amanah Eyank yg terakhir.(jelas saya)
Rizda : tp kenapa PSHTM memakai selendang kuning mas,tdk memakai MORI?malah terlihat seperti bkn pesilat,masak pesilat pakai sabuk warna kuning.(tanyanya ingin tahu)
Saya : Riz,apakah Mori itu harus di perlihatkan di muka umum,tdk kan?mori itu sebagai media selalu mengingat tuhan & kematian Riz.kalau kamu bilang kenapa malah pakai sabuk kuning & tdk seperti pesilat itu salah,kamu sendiri kemarin jg pakai sabuk Njambon(merah muda) apakah kamu jg mau di bilang tdk seperti pesilat.mereka memakai warna kuning pasti ada filosofinya,seperti sabuk Njambon,org yg melihat psti koment “pesilat kok sabuk’e pink?”,tp mereka belum tahu kenapa kita pakai sabuk Njambon,kenapa gak merah sekalian,kan semua ada filosofinya.(jelas saya)
Rizda : jd selama ini anggapan rizda salah mas.(tanyanya sambil menatap saya sambil menunggu jawaban)
Saya : ya jelas salah.(jawab saya cepat)
Rizda : mas apakah kedua SH yg berseteru itu bisa berdamai.(tanya rizda dgn nada berharap)
Saya : yg berseteru bkn SHnya riz,tp anggotanya/oknumnya.ya selama mereka bisa menghargai perbedaan perdamaian psti bs terwujud.(jawab saya)
Rizda : mas,sebenarnya SH itu apa?(tanyanya lg dgn mata yg memancarkan rasa ingin tahu)
Saya : banyak org yg menjabarkan apa itu SH,tp SH itu kalau menurut pemahamanku adalah suatu ajaran budi pekerti luhur yg menitik beratkan pada HATI SANUBARI,krn hati itu tdk akan menjerumuskan kita,banyak orang yg bilang OJO SELAK KARO BHATINE,tp yg mengucapkan sendiri antara HATI & MULUT tdk sama,hati bicara benar & jujur,tp mulut masih mau mau berbohong.(jelas saya sejauh yg saya tahu)
Rizda : agama apa sih mas yg mendasari SH?(tanyanya)
Saya : SH itu terbuka untuk semua agama riz,bkn hanya satu agama saja.(jawab saya menjelaskan)
Rizda : jd diperbolehkan bljar SH mas walaupun tdk mempunyai agama?(tanyanya dgn mengernyitkan kening)
Saya : tentu saja,apakah seorang manusia SH diwajibkan memeluk agama?tdk,memeluk agama atau tidak itu adalah HAK ASASI mereka.(jelas saya)
Rizda : lho?kalau tdk di wajibkan beragama bagaimana mereka mengenal Tuhan.(tanyanya bingung)
Saya : nha itulah SH,kita tdk diwajibkan memeluk agama,tp lewat SH kita akan mengenal siapa Tuhan kita.(jelas saya)
Rizda : caranya?(tanyanya cepat)
Saya : ya pelajari ilmu SH dgn serius,cari & gali terus.sudah malam sebaiknya kamu pulang.kpn2 disambung lg. .(jelas saya sambil mengusap kepalanya yg  berambut panjang sampai pinggang)
Rizda : iya mas,saya pamit pulang dulu.(sambil mencium tangan saya sebagai bukti menghormati pelatihnya)
Saya : hati2 dijalan.(pesan saya)
Malam itu setelah Rizda pulang saya berbaring di depan rumah sambil menyalakan rokok.saya berpikir,betapa susahnya menjadi orang SH,bahkan saya yg lancar memberi jwban tentang SH kpd siswa saya merasa bahwa saya blm bisa disebut orang yg berSH.HATI memang tdk bisa ditutupi dgn kebohongan.

CERITA PSHT 2


setelah  selesai menggerakan jurus & kripen saya melirik  jam di arloji saya,waktu menunjukan  pukul 00.00 WIB lalu semua siswa yg ada di ranting kwadungan saya perintahkan untuk makan bekal mereka yg di bawa dr rumah,sesudah makan saya menyuruh mereka kembali berkumpul lg sambil duduk bersila,&  seperti latihan di ranting sebelumnya saya sedikit memberikan ke SH an untuk mereka.
“siapa yg ingin bertanya?”kata saya mengawali,mereka saling memandang,ekspresi muka bingung jelas sekali terlihat di wajah mereka,sesaat kemudian seorang siswa privat Bpk Purwanto seorang kepala desa berumur sekitar 50thun menjawab,”biasanya kan pelatih dulu mas yg memberi wejangan”,sambil tersenyum simpul saya menjawab”kalau pelatih trs yg mengawali pasti yg pintar hanya pelatihnya,sekarang saya ubah,dimulai dr bertanya”jawab saya.mereka bingung apa yg harus ditanyakan,”hayo siapa”kata saya,mereka masih bingung,lalu muncullah satu orang siswa dgn tangan yg mengacung keatas,sepontan semua mata tertuju pdnya,beliau adlh mbah Yit,seorang blantik/pedagang sapi yg sudah berumur sekitar 65tahun.”nha,,,iya mbah yit,mau tanya apa?”tanya saya,”mas,apakah bisa seorang yg sudah tua seperti saya ini memperdalam ilmu SH,sementara tubuh saya sudah rapuh karena usia,untuk menggerakan materi PSHT terasa kaku di sekujur badan.”tanyanya,”tentu saja bisa mbah.”jawab saya tenang,”belajar SH bkn hanya terpaku pd jurus yg ampuh saja,tp kerhokhanian jg sgt diperlukan,buat apa kita jago silat kalau hati kita dipenuhi rasa benci,iri,sombong & dll.”tambah saya.”jadi walaupun saya kurang lancar dlm materi saya masih bisa memperdalam ilmu SH?”tanya mbah yit dgn kepala sedikit mendongak ke atas karena beliau ada di belakang,”tentu saja bisa mbah,bukankah sesepuh SH sudah mengatakan bahwa puncak dr pencak silat sejatinya bukan kanuragan,melainkan mengarah pd kerokhanian.”jelas saya,”kalau seperti trimakasih mas,saya sudah mendapat jawaban yg membuat saya tenang.”ucap Mbah Yit,”sama2 mbah,ada yg mau bertanya lg?”kata saya melanjutkan.
Lalu ibu Ningrum,seorang guru sukuan SD berumur sekitar 30tahun mengacungkan tangannya,”iya bu,silahkan”kata saya sambil menyulut sebatang rokok,krn acara dibuat santai agar tdk tegang tp penuh ketenangan,”apakah kami belajar SH di PSHT ini sudah tepat mas?sementara banyak SH lain di luar sana yg mengaku lebih baik & asli dr eyank Suro.”tanyanya,kemudian saya tersenyum & menjawab dgn tembang dandanggula,


“ Lamun sira anggeguru kaki ”
“ Amiliha manungsa kang nyata ”
“ Ingkang becik martabate ”
“ Sarta kang wruh ing hukum ”
“ Kang ngibadah lan kang wirangi ”
“ Sokur oleh wong tapa ”
“ Ingkang wus amungkul ”
“ Tan mikir pawewehing lyan ”
“ Iku pantes sira guranana kaki ”
“ Sartane kawruh ana ”
“jadi nilailah sendiri PSHT dgn hati jenengan,saya tdk akan berkata tepat atau tdk,krna yg merasakan adalah panjenengan sendiri,seperti yg baru saja saya tembangkan,pilihlah seorang manusia atau dalam hal ini perguruan yg benar2 baik,bagus derajatnya dimata masyarakat,serta tahu & taat akan hukum yg berlaku di dunia ini,jd silahkan di nilai,apakah jenengan sudah belajar SH di tempat yg benar atau belum.”jawab saya menerangkan,beliau mengangguk sambil tersenyum setelah mendapat jawaban dr saya.”ada lg?”tanya saya,”saya mas.”mata saya tertuju pd suara yg saya kenal,ternyata tdk salah,si Rizda,siswa saya yg paling cerewet dlm bertanya,”iya,apa riz?”tanya saya,”mas apa SH lain jg bisa mempelajari ilmu SH tanpa latihan,SH Tunas Muda contohnya,habis dikecer mereka tdk prnah ada yg latihan,tp kalau Suran Agung mereka ikut ngumpul,enak banget mereka tanpa latihan dah jd pendekar.”kata Rizda,”apakah kalau mereka latihan harus lapor dulu ke kamu riz?”tanya saya,”ya nggak jg sih mas,tp enak banget habis di kecer mereka bebas,mau latihan boleh,nggak jg boleh.”jawabnya,”dulu waktu eyank Suro masih hidup jika ingin menjadi saudara SH harus di kecer dl sebelum mempelajari ilmu-ilmunya,tradisi inilah yg di pertahankan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda dalam penerimaan saudara baru,PSH/SHO pun jg seperti itu.”jawab saya,”lalu kenapa PSHT caranya berbeda dgn SH lain mas”tanya rizda di barengi dgn suara riuh penasaran dr yg lain,”karena Ki Hardjo tdk ingin menyalahi janjinya pd sang guru yaitu Ki Ngabehi Suro Diwiryo.”jawab saya,suara riuh itu berhenti menjadi suasana tenang & penuh antusias,”maka Ki Hardjo mengubah tujuan kecer yg mulanya untuk penerimaan saudara baru diubah menjadi wisuda karena telah lulus menjadi tingkat 1,tapi ubo rampe & tatacara kecer PSHT tetap sama dgn SH eyank Suro.”jelas saya.
“kenapa banyak yg mengatakan PSHT adl SH palsu krn jurusnya yg beda mas?”tanyanya,suasana terdengar kembali riuh karena pertanyaan rizda,”ya sama,karena Ki Hardjo terikat sumpah Setia Hati maka beliau memodifikasi semua jurus yg di dapat dr eyank Suro,ilmu SH jg bkn terpaku pd jurus semata riz,yg terpenting dlm belajar ilmu SH itu adl kerokhanian yg merupakan titik akhir dr Ilmu SH & PSHT tetap mempertahankan itu.”jelas saya pada rizda,suasana tenang kembali setelah saya menjawab pertanyaan rizda,”mas kenapa di PSHT harus latihan dl,apa alasan Ki Hardjo mengubah fungsi kecer selain tdk mau menyalahi sumpah pd eyank Suro mas?”tanya rizda penasaran,lalu saya menjawabnya dgn tembang pucung,


“ Ngelmu iku kalakone kanthi laku “
“ Lekase lawankas “
“ Tegese kas nyantosani “
“ Setya budya pangekese dur angkara “
“ilmu itu akan kita dapat dgn laku/cara/berlatih,kita mau belajar silat,tp tanpa berlatih dgn rajin & teratur apakah kita bisa silat?padahal silat adlah landasan & media Persaudaraan di PSHT,jd kalau mau jd saudara PSHT ya harus berlatih dl supaya jd pesilat yg tangguh,sedikit demi sedikit dgn berlatih pasti akan menemukan inti dr apa yg akan kita cari,”jelas saya,”kalau kita sudah dpt ilmunya pasti ilmu itu bs membuat tenang,ilmu itu jg harus diamalkan pd masyarakat,gunakan ilmu itu untuk mebela yg benar & menghancurkan yg salah.”tambah saya,serentak mereka semua mengangguk-angguk tanda mengerti,”ada yg ingin bertanya lagi?”tanya saya,semua saling pandang & menjawab”tidak mas.”walaupun tidak serentak,”baiklah kalau memang tdk ada,silahkan istirahat dl.”perintah saya pd semua siswa,semua membubarkan diri dgn tenang untuk beristirahat.
Sambil ngrokok saya berpikir,betapa pengetahuan harus diperlukan dlm melatih,tanpa pengetahuan lebih mustahil seorang pelatih bisa melatih dgn baik,sungguh saya benar2 merasa masih kurang dlm pengetahuan SH.

CERITA PSHT 3


Malam ini suasana lelah benar-benar terasa,setelah siang melaksanakan treen latihan ditengah hari bolong dgn sengatan terik matahari,malamnya harus masuk lg menjalani latihan rutin,acara sambung Persaudaraanpun tdk terlewatkan.lelah memang terasa di seluruh badan,tp tdk mengurangi semangat latihan untuk menjadi warga PSHT tgkat 1,tepat jam 01.00 wib perbincangan antara pelatih & siswa untuk membentuk suatu keakrabanpun dimulai.
“apakah kalian tahu kenapa kalian di biasakan Sambung?”tanya saya mengawali pembicaraan,”untuk melatih bertarung kita mas.”jawab anton salah satu siswa laki-laki saya umurnya kira-kira 18thun,”ada yg lain lagi?”tanya saya meneruskan,”eeehhhhhmmmm......mungkin untuk lebih mengolah raga kita mas,jadi selain sehat kita jg bisa bisa mempraktekan tehnik mas.”kata sintia seorang siswa perempuan saya yg masih berusia 15tahun,”hehehehehehe,semua betul tapi kurang tepat.”jawab saya,mereka mengernyitkan dahinya mungkin dalam hatinya bertanya,”trus apa tujuan sambung selain itu.”,”tahukah kalian dlm sambung itu intinya adlh menyambung tali Persaudaraan antar saudara,entah itu saudara tua atau saudara muda.”jelas saya.mereka semakin bingung dgn jawaban saya yg mungkin tdk pernah terlintas di benak mereka.
“kenapa seperti itu mas,jelas terlihat dalam sambung itu beradu otot,adu tehnik & adu kecerdikan dlm mengolah serangan.”jawab Bpk Jumari seorang TNI AD berumur 40thun,”memang betul tp lht,sebelum kita melakukan sambung,kita melakukan salaman & saling hormat sebagai tanda kita masih menghargai saudara kita walaupun dia akan menjadi lawan sambung kita,dalam melakukan sambungpun jg saling emong,saat lawan sambung kita terjatuh kita mundur 3 langkah memberi kesempatan lawan sambung kita untuk berdiri,dalam sambungpun kita tdk diperbolehkan menghilangkan nyawa saudara kita,walaupun kita boleh menendang & memukul sekeras-kerasnya,TEGA LARANE NING ORA TEGA PATINE.”jelas saya kepada semua siswa,merekapun mendengarkan dgn antusias,”lihat setelah kita melakukan sambung,kita saling hormat & salaman kembali,bahkan berangkulan sebagai tanda tidak ada dendam diantara kita,malah kita bisa tersenyum lebar sambil saling introspeksi.”tambah saya menjelaskan
“apakah di SH lain jg ada sambung mas?”tanya heri seorang siswa laki-laki saya berumur 16thun,”tentu ada,mereka dgn aturan mereka sendiri.”jelas saya,”apakah boleh kita sambung dgn SH lain mas?”tanya heri lg,”tentu saja boleh,kenapa tidak?asal bkn berkelahi.”jawab saya,”apakah anggota PSH Tunas Muda bisa sambung mas,mereka kan tdk pernah latihan,pasti kalau sambung dgn saya mereka bisa saya kalahkan.”kata Rizda siswa yg plg kritis dalam ke SH an dgn sombongnya,”sejak kapan kamu diajari sombong oleh pelatih kamu”kata saya,rizdapun diam sambil menundukan kepalanya,”sambung tdk digunakan untuk mengetahui siapa yg lebih piawai dalam bertarung riz,tapi sambung digunakan untuk mempererat persaudaraan,jgn kamu mengukur kemampuan orang hanya dr luarnya,bisa2 kamu sendiri yg jatuh tersungkur akibat kesombongan kamu.”jelas saya,rizda semakin tertunduk malu krn kesombongannya.”kalian ingat kisah kangmas Tarmadji yg pernah sombong sebelum bertanding,beliau di ingatkan oleh RM Imam Koessoepangat tp mas Madji tdk mendengarkan kata2 gurunya,apa yg terjadi,beliau klh dalam bertanding & hanya mendapat 3 sampai malu mengambil mendalinya,ini harus kita buat pelajaran,bahwa orang yg sombong akan menuai hasil yg mengecewakan.”kata saya
“lalu bagaimana kita memperlakukan saudar PSH Tunas Muda mas,sebagai kawan atau sebagai lawan?”tanya heri,”rangkul mereka sebagai saudara kita,semua orang yg belajar SH adlh saudara kita,SH apapun itu,pernahkah kita anggota PSHT cekcok dgn latihan sebelah(kebetulan sebelah tempat latihan kami adl tempat berkumpulnya PSHTMW)?tdk kan,pertahankan itu,kita ciptakan persaudaraan dgn mereka,saling mengasihi & saling melindungi.”jawab saya.
“baiklah ada yg bertanya?”tanya saya,”tidak mas.”jawab mereka,”baiklah,silahkan istirahat dl.”perintah saya,mereka membubarkan diri & beranjak ke tempat istirahat,tp rizda mendekati saya dgn kepala tertunduk,dia duduk bersila di depan saya,”maafkan perkataan saya td mas,saya menyesal.”kata rizda lirih,”jgn kamu meremehkan org lain riz,itu akan membuat kamu terjerumus pd pada keburukan.baiklah lupakan yg td,perbaiki untuk selanjutnya,kamu capek kan,sana istirahat.”kata saya pd rizda.”trimakasih mas.”jawab rizda.
Kemudian rizda bergabung dgn yg lain untuk beristirahat,rokokpun saya nyalakan & saya hisap dalam2,dalam hati berpikir,betapa saya masih jauh dr sempurna dalam membimbing siswa,terbukti rizda masih terbesit pikiran sombong yg masih sangat besar,ini suatu cambuk untuk saya supaya bisa membimbing lebih baik lagi.